Petualangan Kupu-kupu  di Gunung Ciputri

Petualangan Kupu-kupu di Gunung Ciputri

Sebuah Prolog  

Kelompok OTFA Tahun Ajaran 2016/2017 memiliki cita rasa yang berbeda dengan kelompok OTFA di tahun-tahun sebelumnya, ingin tahu apa yang membedakannya? 

Pertama: Karena SD sekolah Alam Bintaro sudah menerapkan pelaksanaan mentoring yang merujuk pada pedoman SASS, maka setiap kelas dibagi menjadi 2 kelompok. Dan setiap kelompok dibimbing langsung oleh fasil kelasnya.  

Kemudian yang kedua, karena berdasarkan kelompok mentoring, jadi nuansa kedekatan dengan anak-anak pun lebih terbangun, dan itu terasa sekali. Karena hampir semua kegiatan mereka selalu berada dalam pengawasan fasilitator bahkan kondisi peranak pun fasilitator jeli sekali mengetahuiya.  

Dikesempatan ini, saya ingin berbagi kecerian dan pengalaman dari petualangan seru kelompok Kupu-kupu. Sebetulnya banyak sekali yang ingin diceritakan namun karena keterbatasan sehingga agak sulit untuk mengawalinya. 

Persiapan OTFA: 

Belajar Packing untuk teman-teman SD 1-2 merupakan hal yang luar biasa untuk mereka lakukan, karena terdapat nilai kemandirian dan kedisiplinan. Setiap perlengkapan yang terlist dari panitia maka mereka sendiri yang nantinya akan merapikannya kembali. Mereka belajar mulai dari memilih tas ransel yang sesuai dengan kapasitasnya, ukuran tas ransel minimal 35L. Selain ukuran pastikan juga bahwa tas ini nyaman untuk anak-anak, karena nanti akan di masukan semua barang untuk persiapan selama 2 hari. Barang tersebut terdiri dari sleeping bag, matras, topi rimba, pakaian ganti, sepatu, sandal gunung, perlengkapan sholat, jas hujan, perlengkapan mandi dan obat pribadi. Dan mereka pun akan belajar cara menyusun packing barang yang benar. 

Persiapan selanjutnya yang dilakukan teman-teman adalah membuat yel-yel kelompok bersama PAK. Yel-yel kelompok sangat penting sekali, selain sebagai identitas kelompok berfungsi juga sebagai penyemangat para anggota kelompok. Contoh yel-yel kelompok seperti ini: 


Ulat

Kepompong

Lalu Kupu-kupu

 

Kanan (sambil membentangkan tangan kanan)

Kiri (sambil membentangkan tangan kiri)

Lalu terbang tinggi

 

Kami senang jadi Kupu-kupu

Ayo..

Ayo..

Ikut OTFA

 

OTFA

Luar biasa

Allahu Akbar 

Setelah semuanya sudah oke, langkah kegiatan yang akan kita lakukan adalah menyiapkan dan latihan performance: Berikut ini salah satu contoh performance dalam bentuk drama sederhana. Semoga dapat memberikan pesan baik untuk kita semuanya.  

Di cerita performance ini, ada tiga siswi putri yang sedang bermain di taman sekolah. Mereka senang sekali melihat beragam bunga dan keindahan taman yang teratur dan bersih. Diantara mereka saling berlarian untuk melihat bunga-bunga yang indah untuk didekati, namun tiba-tiba saja mereka dikejutkan dengan seekor ulat yang sedang menempel di salah satu bunga. Lalu mereka bertanya “Kenapa Ulat ini berada disini?” bagaimana kalau kita singkirkan Ulat ini agar tidak merusak bunga yang cantik ini. Kemudian salah satu siswi tersebut ada yang berkata. “Hai, tunggu! Biarkan saja. Ulat ini pasti akan meninggalkan bunga dan berpindah ke tempat yang lain.” Ternyata benar, Ulat itu perlahan-lahan berpindah dan berlindung dibalik daun. “Ayo...kita lihat-lihat bunga yang lain lagi yuk..” ajak salah satu diantara mereka. 

Di waktu yang berbeda, taman sekolah dikunjungi kembali oleh empat siswa putra, tatkala mereka belum sempat menjajahkan semua taman sekolah. Mereka pun terkejut ketika melihat Ulat yang sedang berjalan ditanah, Ulat tersebut seperti ingin menyebrang ke bedeng yang lain. “Hai lihat, ada Ulat!” respon keempat siswa putra ini berbeda dengan tiga siswi putri yang sepekan lalu berkunjung ke taman ini. Apa yang mereka lalukan terhadap Ulat tersebut? Mereka mencari kayu bahkan mereka ingin menginjaknya, namun disaat mereka sedang mencari kayu dan batu. Ulat tersebut senang sekali, karena ia berhasil menyelamatkan diri dan bersembunyi diantara ranting-ranting bunga yang tidak seorangpun bisa melihatnya. 

Beberapa pekan kemudian,para siswa tersebut berkunjung kembali ke taman sekolah, kedatangan mereka kali ini, benar-benar sangat terkejut dan riang bersambut kegembiraaan. Karena tidak hanya melihat bunga-bunga yang indah, tetapi mereka pun melihat pemandangan taman yang indah dengan tebaran Kupu-kupu yang beragam warna

Akhirnya mereka pun tersadar dan menyesali diri, kalau saja Ulat yang dahulu mereka lihat dimatikan, mungkin kita tidak dapat melihat pemandangan indah seperti sekarang ini. Terima kasih Ya Allah yang telah melindungi kami dari kejahatan hawa nafsu dan kebodohan.  

Sebuah Refleksi  

Mengapa ada pohon pinus? Ini pun sempat menjadi pertannyaan teman-teman, karena pohon pinus merupakan pohon yang mendominasi Gunung Ciputri, sehingga pohon-pohon dan tumbuhan yang disekitarnya terkalahkan dengan tingginya pohon pinus. Teman-teman pun melemparkan pertanyaan yang lain kepada PAK. Kenapa pohon ini terkena pisau? Pohon ini bukan terkena pisau, tetapi sengaja diseset oleh petani dengan menggunakan alat tajam, fungsinya agar getah yang berada pada lapisan pohon ini keluar dengan lebih banyak kemudian ditampung dengan batok kelapa dan getah tersebut akan dipanen dan di olah menjadi bahan baku seperti ban dan kaosmetik. Teman-teman harus hati-hati yah, jangan sampai terkena getahnya karena lekat sekali getahnya.   

Kemudian ketika tracking, kita bisa menyaksikan disekeliling kita bahwa banyak sekali pepohonan dan tumbuhan yang lain. Selain itu kita juga bisa melihat sendiri. Pancaran air yang keluar dari balik batu kemudian tersapa dengan kaki kita. Ini adalah air dari mata air pegunungan. Disinilah kita masukan sebuah pemahaman bahwa air ini bersih, dapat digunakan untuk berwudhu, mandi bahkan dapat langsung di minum tanpa harus kita memasaknya. Setelah mereka mengetahui bahwa air ini bersih, mereka pun langsung membuktikannya dengan berebut untuk mencoba meminumnya. 

Ayo teman-teman... coba kita perhatikan air ini dengan air yang ada di rumah kita. 

Kalau air yang di rumah kita, jika kita ingin mendapatkannya maka harus terlebih dahulu dibor sedalam beberapa meter, kemudian air tersebut terkadang ada yang bisa dimasak untuk diminum, mencuci dan mandi. Bahkan ada juga yang hanya digunakan untuk mandi dan mencuci saja sedangkan untuk minum harus membelinya. Jadi untuk mendapatkan satu gelas minum saja kita harus mengeluarkan uang untuk membelinya. 

Alhamdulillah, di tempat ini kita bersyukur, karena Allah memberikan gratis dan mudah sekali mendapatkannya, bahkan tanpa harus membeli dan memasaknya kita sudah bisa menikmati untuk meminumnya. 

Semoga semua kegiatan yang kita lakukan disana, harus termaknai oleh diri kita dan dimaknai juga oleh siswa-siswa. Dan menjadi hamba-hamba Allah yang pandai bersyukur.

 

Gunung Ciputri, 15-16 Maret 2017

Salam Kupu-kupu

Oleh : Pak Dahlan Rifalufi- Bu Zakiyah-Pak Akhsan